Proyek Lapen Di Kampung Nunggal Rejo Kabupaten Lampung Tengah, Di Duga Proyek Siluman

49

Lampung Tengah, deteksinewss.com -Jalan merupakan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan masyarakat. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah melalui Dinas PU Bina Marga gencar memberikan bantuan proyek terutama untuk program pemeliharan jalan, salah satunya pekerjaan lapen yang berlokasi di Kampung Nunggalrejo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah, dengan program anggaran yang tidak jelas (bodong ) karena Papan nama pekerjaan tidak terpampang dilokasi.

Ketua DPC Ormas BIDIK Kota Metro R.Sentot Ali Basyah

Seperti yang dipantau oleh Ormas Bidik Provinsi Lampumg, nampak proyek pemeliharaan jalan yang berupa pekerjaan lapen, dari sepanjang proyek tersebut sama sekali tidak nampak ada papan informasi yang menginformasikan nama jenis pekerjaan dan jumlah anggaran.

R. Sentot Alibasyah Ketua DPC Ormas Bidik Kota Metro mengatakan, ia sangat menyayangkan pekerjaan proyek lapen tersebut diduga asal – asalan.

“Berdasarakan hasil pantauan dilapangan seharusnya pekerjaan lapen itu,dari cara penataan dan ukurun batunya saya duga tidak sesuai dengan spek dan kualitas mutu yang kurang bagus mengunakan aspal curah, hal ini sangat merugikan negara,” ungkap R.Sentot Ali Basyah, Selasa (12/07/2022).

Lebih lanjut Sentot (sapaan akrabnya) menjelaskan bahwa dilokasi juga tidak nampak papan nama,karena keterbukaan publik sudah jelas diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek

“Saya sangat menyayangkan hasil pekerjaannya dengan proyek pekerjaan tidak jelas,karena sesuai aturan seharusnya saat mau mulai dikerjakan harus dipasang papan nama proyek. Supaya masyarakat mengetahui sumber anggarannya dan jenis pekerjaan, apakah ini proyek pemborong atau proyek rutin dari dinas tersebut, agar supaya masyarakat bisa ikut serta mengawasinya,” Jelas R. Sentot

Papan informasi proyek sangat penting, karena diantaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, waktu pelaksanaan proyek dan nilai pekerjaan serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek,Menurutnya, tidak terpasangnya papan nama proyek,bukan hanya bertentangan dengan perpres. Tapi juga tidak sesusai dengan yang dituangkan pemerintah dalam undang-undang No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

“Transparansi mutlak dilakukan. Semua berhak tahu, karena dana yang digunakan milik masyarakat juga. Pemerintah seharusnya mengingatkan setiap pelaksana untuk memasang papan proyek di lokasi, kalau tidak dianggap ya sebaiknya diberi sanksi,karena ini sudah jelas melangggar UU No 14 Tahun 2018 dan perpres,dan saya akan menjadikan proyek ini untuk dijadikan acuan dalam pelaporan ke dinas terkait dan juga Aparat Penegak Hukum,” Tegas R. Sentot Ali Basyah. (Tim/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *