Oknum PNS Kota Metro Mengaku Menjadi Korban KDRT Ke Polres Metro, Suami Bantah Tudingan Tersebut

770

Metro, deteksinewss.com – Dituding melakukan KDRT Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Metro melaporkan suami ke Polres Kota Metro. Oknum dinas tersebut yakni Eni Sumiyati PNS yang bekerja di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah raga yang juga diketahui tidak pernah masuk kerja sekian lamanya. Eni melaporkan Rio Ellen Noperbri (Suami) berdasarkan nomor : LP/B/32/1/2022/ SPKT/Polres Metro/Polda Metro,Senin (24/01/2022).

Lanjutnya Dihadapan petugas SPKT, korban Eni mengaku telah terjadi Kekerasaan Dalam Rumah Tangga saat dirinya berada dikantor Sat Pol PP Kota Metro yang dilakukan oleh Rio sebagai terlapor. Korban mengaku dipukul pada bagian leher sebelah kanan serta ditarik tangannya, sehingga korban mengalami luka memar di bagian leher dan tangan sakit disebelah kanan.

Sementara itu suami korban yakni Rio, dengan tegas mengatakan tidak ada pemukulan yang dilakukan kepada korban, namun, hanya terjadi cekcok saja antara kedua nya didepan hadapan orang banyak yang ada dikantor Pol PP tersebut.

“Tidak ada pemukulan yang saya lakukan saat itu, saya hanya memegang tangan nya dengan maksud untuk menanyakan keberadaan anak saya yang telah lama disembunyikan oleh dia dari saya selaku bapaknya. Jadi bohong kalau saya dilaporkan memukul atau menjongkrokkan dia seperti yang telah dilaporkannya. Saya memang memegang tangan ny dengan keras karena dia berontak tidak mau menjelaskan dimana anak kandung saya yang disembunyikan. Saksinya ada kok saat itu ” jelas Rio.

Lebih lanjut rio mengatakan, saat ini dirinya dengan korban memang sudah ingin melangsungkan perceraian di pengadilan negeri, namun kepada korban rio hanya ingin menanyakan keberadaan anak nya yang sampai dengan saat ini tidak diketahui keberadaan nya.

“Disitu saya tanya baik-baik kok kemana anak saya saat ini dia sembunyikan, dia jawab itu bukan anak saya tegas dia, saya kembali bertanya lalu anak buah hasil siapa kalau bukan anak saya. Dia juga mengatakan anak saya ada tapi jauh, maksudnya apa dia sampaikan itu ke saya, sedangkan saya sebagai bapak kandungnya saya punya hak untuk tau keberadaan anak saya,” kata Rio.

Karena cekcok terus berlanjut Rio kemudian menarik korban untuk mencari tempat duduk agar persoalan tersebut dapat diselesaikan terlebih dahulu, akan tetapi korban selalu mencari celah, berontak untuk menghindari pertanyaan pertanyaan dari Rio yang kemudian dilerai oleh beberapa anggota pol pp setempat.

“Jadi kalau dia merasa tangan nya sakit memang saat itu dia mau berontak dan pergi dari saya, saya selalu menahan untuk tidak pergi dulu. Jadi kalau saya dikatakan saya melakukan pemukulan dibagian leher sebelah kanan saya menjamin itu tidak benar semua. Saya tidaklah bodoh mau menganiaya istri saya dihadapan orang banyak. Tapi monggo itu mungkin versi dia, dan saya juga akan meluruskan kepada pihak kepolisian tentang kejadian sebenarnya nantinya,”ungkap Rio. (red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *