Tower BTS Milik PT.Gihon Yang Berada Di Jalan Bison Metro Utara Diduga Ilegal

140

Metro, deteksinewss.com – Tower Base Transceiver tunggal (BTS) atau stasiun pemancar berdiri selama kurang lebih lima bulan, dengan lahan yang di kontrak selama 10 tahun, Tower Base Transceiver Tunggal (BTS) milik PT. Gihon Telekomunikasi Indonesia, yang berlokasi di Jl. Bison RT.006 RW.001 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, belum mengantongi izin resmi sampai saat ini Kamis, (13/01/2022)

Sekda Kota Metro, “Bangkit Haryo Utomo” saat kami temui di ruangan nya Kamis 13/01/2022 dirinya menjelaskan, “bahwa sudah ada laporan dari pak lurah dan pak camat soal izin tower tersebut yang hanya memiliki izin lingkungan, rencananya akan di rapatkan satu minggu ini”. Ujarnya.

Lanjutnya, “Kita menegakkan Perda, ada bangunan harus ada izin nya, karna itu bisnis yang betul-betul resmi, bisnis itu mereka harus mau mengeluarkan uang untuk retribusi, karna begitu satelit menentukan lokasi titik ini yang sudah di tentukan, berapapun itu akan di keluarkan, karena geser sepuluh meter saja sudah tidak bisa, biar di segel dulu nanti biar pemilik nya datang, baru mereka mengurus perizinan nya dari awal lagi, atau mana yang tadinya sudah di urus tapi belum di lanjut” ujarnya

Dilanjutkan Bangkit, “izin lingkungan nya sudah ada berarti tidak masalah di izin lingkungan, tinggal di naikan ke IMB nya, kalau sudah berdiri IMB belum adakan ada denda nya, dan kalau bakal keluar berapapun sudah di hitung sebetulnya”. Ungkapnya.

Di kediamannya saat di konfirmasi ‘Sulung’ selaku pemilik lahan yang di kontrak oleh bangunan Tower Base Transceiver Tunggal (BTS) milik PT. Gihon Telekomunikasi Indonesia, menjelaskan, ” saya pribadi selaku pemilik lahan hanya menyewakan lahan, untuk semua perizinan baik di kelurahan, kecamatan sampai kabupaten Kota itu yang mengurusnya sudah di tanggung dari PT. Gihon, jadi dari saya tidak tau menahu”. Ucap nya.

Lanjutnya, ” PT. Gihon itu alamatnya di Jakarta, untuk yang di utus di Lampung itu atas nama (ibu Tina), kalau masalah perizinan saya kurang faham sudah sejauh mana, soalnya tidak ada konfirmasi ke saya, yang jelas saya mengadakan sampai lingkungan sekitar, dan untuk berdirinya tower ini kurang lebih sekitar lima bulan”. Tutupnya. (Vin/tim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *