LPK Garuda Kota Metro Kembali Datangi Pihak RS Muhamadiyah dan tidak dapat berikan jawaban yang akurat

339

Metro, deteksinewss.com – Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Garuda Kota Metro, menindak lanjuti kedatangan nya yang ke dua kalinya ke rumah sakit Muhammadiyah Kota Metro Rabu (05 /01/2022).

Menindak lanjuti pengaduan dari pihak Keluarga yang dirinya merasa tidak puas dengan pelayanan dari rumah sakit Muhammadiyah Kota Metro, dan menguasakan permasalahannya ke pihak Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Garuda Kota Metro.

Kedatangan yang pertama Selasa 04 januari 2022, penanggung jawab dari pihak rumah sakit Muhammadiyah Kota Metro tidak bisa di temukan dengan alasan sedang rapat, selanjutnya pihak yang di kuasakan yaitu Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Garuda Kota Metro, mendatangi kembali pihak yang bertanggung jawab di rumah sakit Muhammadiyah Kota Metro untuk yang ke dua kali nya Rabu 05 Januari 2022, guna konfirmasi dengan penanggung jawab dari pihak rumah sakit tersebut.

Namun saat pihak Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Garuda Kota Metro bersama awak media izin Konfirmasi dan bertemu pihak penanggung jawab dari rumah sakit Muhammadiyah Kota Metro, terkait permasalahan dari pengaduan keluarga korban.

Dr.Windi Pertiwi, MMR selaku Wakil Direktur Medis mewakili direktur rumah sakit Muhammadiyah Kota Metro, belum juga bisa memberikan jawaban yang pas dan akurat, dirinya berkata pada awak media ” saya kalo di rekam deg-deg kan “. Ucapnya.

Denny Ma’ruf Syuhada sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Garuda Kota Metro, menjelaskan, ” Kami LPK kembali mendatangi rumah sakit Muhammadiyah, atas pengaduan dari keluarga pasien kemarin, sementara ini kami belum dapat jawaban yang maksimal dari pihak rumah sakit Muhammadiyah” ujarnya.

Lanjutnya, “Tetapi kami minta lanjut pertemuan kembali, antara Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Garuda Kota Metro, dan pihak penanggung jawab rumah sakit Muhammadiyah Kota Metro, untuk bisa dapatkan jawaban yang lebih detail lagi”. Tutup nya.

Patut di ketahui, kronologi kejadian tersebut, bawasanya Ibu inisial (S) masuk rumah sakit Muhammadiyah Pukul 21:00 wib minggu malam senin dengan keadaan pingsan dan dengan di tempel nomer pasien di lengan MR185959.

Saat pasien dalam perawatan itu pertama dalam keadaan pingsan dan pihak keluarga diberi dokumen untuk melakukan swab, namun sampai esok hari tidak ada jawaban dari pihak perawat yang berada dalam ruang UGD, secara tidak langsung pihak rumah sakit tidak cepat untuk mengambil tindakan, padahal korban sendiri dalam adminitrasi itu tidak memaki BPJS tetapi memakai fasilitas jalur umum.

Setelah itu ke esok harinya korban akan dilakukan ronsen, namun pihak rumah sakit tidak secepatnya membawa korban keruang ronsen sehingga pihak keluarga merasa tidak dilayani dengan baik.

Keluarga korban pun mengatakan kepada (LPK) sebagai pendampingnya bahwa dilakukan ronsen itu malam hari sekitar pukul 22:00 sampai 23:00, seharusnya kalau pihak rumah sakit cepat ambil keputusan untuk lakukan ronsen hasil ronsen cepat diberikan kepada pihak keluarga korban mungkin korban bisa langsung cepat ditangani oleh dokter specialis dan bisa dibawa keruangan.(tim/red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *