Diduga Asal jadi, Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tirto Mulyo II di Kelurahan Rejo Mulyo Metro Selatan

133

Metro, deteksinewss.com – Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung mengadakan lelaang/tender pekerjaan konstruksi rehabilitas jaringan irigasi Tirto Mulyo II TA.APBDP 2021, yang memiliki anggaran kurang lebih tujuh ratus jutaan rupiah, yang dimwnangkan oleh CV. SANDRA BROTHER yang idak memiliki plang nama dan hasil pengerjaan nya berantakan, yang berada di Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Metro Selatan Kota Metro, Minggu (02/01/ 2022).

Proyek irigasi yang ada di Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan, telah di keluhkan oleh Warga sekitar, pasalnya proyek tersebut memiliki anggaran kurang lebih tujuh ratusan juta rupiah dan nyatanya proyek tersebut membawa dampak negatif untuk petani yang memiliki sawah di area sekitar irigasi.

Di lokasi proyek tersebut tidak ada pemilik proyek dan pengawas proyek, hanya ada beberapa orang pekerja yang kami temui, salah satunya Haryono selaku pekerja yang ada di lokasi tersebut, kebetulan Haryono Sendiri berdomisili di Kelurahan Rejomulyo Metro Selatan.

Pekerjaan proyek rehabilitas irigasi Ini panjangnya kurang lebih mencapai dua kilo meter, namun pekerjaan ini kemungkinan akan lama selesai di karenakan efek air yang mengalir ke sawah terlalu deras, dan bersamaan dengan musim tanam padi.

Warga setempat sangat menyayangkan pekerjaan proyek rehabilitas irigasi tersebut, dikarenakan mengapa pekerjaan Irigasi tidak di kerjakan saat musim kemarau kemarin atau setelah musim tanam padi, agar cepat selesai dan tidak mengganggu air mengalir yang di gunakan untuk tanam padi di sawah.

Saat di konfirmasi awak media deteksinewss.com , Haryono menjelaskan, ” dirinya adalah pekerja yang baru beberapa hari bersama teman temannya untuk pekerjaan bagian Finishing, dan pekerjaan proyek, di mulai dari Bulan Desember 2021.

Sedangkan pemilik proyek Ini sendiri sepertinya Berdomisili di Bandar Lampung, lalu Seorang Anggota Polri yang tidak di ketahui namanya turut
mengawas, dan pengawas proyek ini sendiri bernama pak Agus”. Pungkasnya.

Masih kata Haryono, ” Bahwa awal proyek tersebut dimulai, dari pemasangan batu bukan kami pekerjanya, tetapi pak Agus selaku pengawas proyek itu sendiri yang membawa pekerja yang berasal dari Pringsewu, dan kami bekerja baru beberapa hari saja ini juga bagian finishing.

Sudah beberapa hari ini pak Agus selaku pengawas proyek tidak datang, kami menunggu pak Agus sebagai pengawas proyek ini datang, karena ada beberapa bahan material yang habis”.ujarnya.

Patut diketahui, sejauh Ini pekerjaan rehabilitas irigasi tersebut nampak berantakan, di karenakan adanya beberapa bagian sisi kanan dan kiri irigasi belum di plester atau belum di semen halus, dan ada beberapa pasangan batu yang tidak rapih sehingga mengakibatkan kerusakan. (Tim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *