Kinerja Konsultan dipertanyakan..?? Proyek Pekerjaan Jalan Jend. S Parman Kelurahan Rejomulyo, Sudah banyak yang retak diduga tidak sesuai RAB

289

Metro, deteksinews.com – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( PUTR ),pada tahun 2020 menganggarkan dana sebesar Rp.1.061.800.000 guna pekerjaan pemeliharaan berkala jalan Jendral S.Parman Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Metro Selatan dan kegiatan pekerjaan tersebut meliputi pelebaran jalan,pembuatan drainase. Ironisnya, saat ini jalan tersebut sudah banyak yang compel dan keretakan di sejumlah titik.

Menurut Fani, Ketua RW 01 kelurahan setempat, Jl. S Parman dengan panjang kurang lebih 200 meter tersebut, dari konstruksinya sudah terlihat bagus pada saat awal pembersihan.

“Dari sekian proyek yang saya lihat, Jalan S Parman ini dari awal konstruksinya saya lihat sudah bagus, karena saya tahu waktu pembersihannya bagus, akan tetapi saya heran juga ya, kok sekarang ada yang sudah retak-retak,” katanya, Minggu (24/01/2021).

Untuk pengerjaannya, lanjut Fani, pelebaran Jalan S Parman diperkirakan sudah berjalan 4 sampai 5 bulan.

“Pelebaran Jalan S Parman ini baru beberapa bulan dikerjakan sudah terlihat retak-retak, saya tidak tahu saat ini sudah retak, yang saya tahu hanya pekerjaannya saja,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Indra, warga sekitar, selain mengomentari soal kerusakan, dirinya juga merasa kurang puas dengan hasil pengerjaan Jalan S Parman tersebut.

“Pekerjaan Jalan S Parman ini sudah ada 3 sampai 4 bulan dan dari awal pekerjaan jalan ini mulus tidak sampai ke ujung jalan. tetapi adanya retak-retak di coran ini saya gak faham mas, penyebabnya apa,” ungkapnya.

Sementara berdasarkan penelusuran media deteksinews.com di lokasi tersebut, nampak pengecoran bahu jalan di Jalan S Parman, diduga material yang dipakai tidak sesuai dengan spesifikasi yang dituangkan dalam kontrak, sehinggga mengakibatkan coor-cooran di bahu jalan banyak mengalami keretakan dan diberi siller untuk menutupi keretakan tersebut.

Apakah pengawas dari konsultan tidak turun kelapangan untuk mengawasi pekerjaan tersebut. Seharusnya sebagai konsultan dan pengawas, musti memantau pekerjaan tersebut agar kinerja kontraktor maksimal. akibat dari tidak maksimalnya kinerja pengawas konsultan dan pengawas dari Dinas PUTR, tentu dapat merugikan pemerintah.

kemudian diduga pekerjaan siring juga tidak sesui, dimana ketebalan siring terpasang jauh dari perencanaan , padahan sudah di tunjuk konsultan untuk mengawasinya, ada apa dengan Konsultan Penngawas dan Pengawas PU, seperti ada unsur kesengajaan, Pekerjaan siring sudah ada yang retak retak dan mengelupas acian nya .Pihak Dinas PUTR juga harus lebih hati-hati menunjuk Rekanan dan konsultan yang kinerjanya hanya sekali-kali nongol kelapangan . Jika memang konsultan ngak punya peran dalam pekerjaan pengawasan mending konsultan seperti itu di cek apakah tenaga ahli yang tercantum dalam Kontrak sepenuhnya di lapangan untuk menangani pekerjaan tersebut. buruknya pekerjaan proyek disebabkan karena lemahnya pengawasan dari pihak konsultan.(man )




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *