Kemenag Pringsewu Gelar Upacara Peringatan HAB ke-75

26

Pringsewu, deteksinews.com – Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu menggelar upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-75 Tahun 2021 di lapangan Pemkab Pringsewu, Selasa (5/1/21), dengan inspektur upacara Bupati Pringsewu H.Sujadi dan komandan upacara Khoiruddin, M.Pd.I dari MAN 1 Pringsewu.

Tampak hadir pada upacara yang diikuti jajaran Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu ini, Ketua DPRD Pringsewu Suherman, SE, Kepala Kementerian Agama Pringsewu Drs.H.Marwansyah, Kapolres Pringsewu diwakili Kabag Sumda Komisaris Pol.Sukamso, Dandim 0424 diwakili Pabung Pringsewu Mayor CPM Eva Yuniar Kamal, Ketua Pengadilan Agama Pringsewu Ridwan Harahap, SH, MH beserta instansi vertikal lainnya, juga para tokoh gama.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penganugerahan penghargaan Satyalancana Karyasatya kepada 31 ASN di lingkungan Kementerian Agama Pringsewu, masing-masing untuk 10, 20 dan 30 tahun, yang diwakili oleh H.Waroji, SE (30 tahun), Syahril Baron, S.Ag., M.Pd.I., (20 tahun), Drs.Basrido (20 tahun), Siti Fatonah, S.Pd. (20 tahun), Yusriyati S.Pd., M.Pd. (10 tahun) dan Drs.Hilal Fikri (10 tahun), dengan prosesi penyematan oleh Bupati Pringsewu H.Sujadi didampingi Kepala Kemenag Pringsewu Drs.H.Marwansyah.

Bupati Pringsewu H.Sujadi membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI H.Yaqut Cholil Qoumas, mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk memaknai segala prestasi yang telah dicapai di usia 75 tahun ini sebagai momentum untuk menebalkan niat dan motivasi dalam mencapai yang lebih baik lagi di masa mendatang. “Kementerian Agama memberikan anugerah penghargaan dan apresiasi kepada seluruh elemen umat beragama, tanpa membedakan satu sama lain, atas dukungan, sinergi dan kebersamaannya mengawal tugas-tugas Kementerian Agama”, ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa peringatan HAB tahun ini yang mengusung tema ‘Indonesia Rukun’, sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju. “Di negara yang berdasarkan Pancasila ini, tidak ada diktator mayoritas atau tirani minoritas. Dalam kaitan itu, semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, dimana hak seseorang dibatasi oleh hak-hak orang lain”, katanya.

Melalui sambutan Menteri Agama RI tersebut, diingatkan pula tentang semangat Kementerian Agama baru dan semangat baru dalam mengelola Kementerian Agama, yang dapat diterjemahkan dengan beberapa kata kunci, yakni Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan. Kemudian yang Kedua, penguatan moderasi beragama dengan salah satu penekanan adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi dan nilai-nilai kebangsaan, serta yang Ketiga, adalah persaudaraan yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan.(rls)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *