Karya Jurnalis digugat, Koalisi Jurnalis Lakukan Aksi Damai ke PN Kota Metro

82

Kota Metro, deteksinews.com – Karya Jurnalis digugat, Koalisi Jurnalis ngeluruk ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Metro. Aksi damai dari puluhan para pekerja pers tersebut meminta kepada para wakil Tuhan di bumi Indonesia (Hakim Red) itu tidak mengangkangi Undang-undang Pers 40 Tahun 1999. Begitu yang disampaikan Edi Arsadat, salah satu perwakilan koalisi pers di depan gedung kantor Pengadilan Negri kelas 1 B Kota Metro, Senin (23/11/2020).

Kepada para penegak hukum PN Metro, para jurnalis yang tergabung dalam koalisi meminta agar mengedepankan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Kepada 8 orang perwakilan pers, Ketua PN Kota Metro Yunizar Kiladaya menjelaskan, bahwa Pengadilan tidak dapat menolak suatu permohonan perkara, namun, berkas perkara yang sudah masuk, gugatan salah satu pengacara atas nama Alif Suherly Masyono akan dikaji kembali,” ujar Edi meneruskan keterangan Ketua PN Metro kelas 1 B.

 

Sementara itu dalam orasinya, Odo Kuswantoro, salah satu perwakilan Ikatan Wartawan Online Tanggamus, tegas meminta kepada para hakim Kota Metro agar menolak gugatan Alif tersebut.

“Karena ini jelas adalah murni karya jurnalis, bukan pidana murni, apabila dirasa itu berita tidak benar, tentu melalui mekanisme dan aturan perundang-undangan, aneh dengan pengacara seperti ini, masak pengacara tidak tahu undang-undang,” tandas Ado.

Dikatakannya, kasus tersebut bermula dari pemberitaan wartawan, tepatnya 30 September yang lalu, tentang adanya dugaan kasus pencabulan anak di bawah umur.

Dengan judul berita “Orang tua berhutang dengan rentenir anak jadi korban cabul penagih hutang”.

Atas berita tersebut, Alif Sugerly Masyono menggugat wartawan ke PN kelas 1 Kota Metro, dan gugatan telah diterima pengadilan, untuk dilanjutkan ke pembacaan materi gugatan, itu yang kita protes saat ini,” tegas Ado didampingi Edi Arsadat.

Atas hal itu, puluhan pekerja pers Kota Metro yang tergabung dalam koalisi pers se-Lampung, tegas menyampaikan pernyataannya dan menolak segala bentuk pembungkaman. Dan kepada PN Kota Metro kelas 1 B tidak lagi memproses gugatan dan menyerahkan sepenuhnya kepada yang berwenang.(red/man)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *