Petani Keluhkan adanya “Pungli” Pembagian Pupuk dan Benih Padi Bersubsidi

142

Buminabung, deteksinews.com – Petani Desa Buminabung Ilir, Kecamatan Buminabung, Kabupaten Lampung Tengah, keluhkan pembagian pupuk dan benih padi bersubsidi yang diduga telah dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu.

Pasalnya, mereka harus mengeluarkan sejumlah uang untuk menebus pupuk bersubsidi yang notabene diberikan langsung oleh pemerintah untuk membantu para petani.

“Pupuk urea 2 sak, bibit padi, dan pupuk cair seharusnya gratis, akan tetapi semua anggota diwajibkan menebus Rp. 50.000,- per sak,” ungkap UD salah seorang anggota Kelompok Tani (Poktan) Makmur 1, Dusun 15, Kampung Buminabung Ilir, Selasa (10/11/2020).

Hal senada juga dikatakan IS anggota Poktan Makmur 1 lainnya, menurut IS bagi petani yang tidak mampu membayar, tidak akan mendapatkan pupuk maupun benih padi.

“Jadi, untuk anggota yang yang tidak membayar, tidak bisa mendapatkan pupuk maupun benih padi yang seharusnya menjadi hak bagi para petani,” katanya.

Tono Ketua Poktan Makmur 1

Di tempat berbeda, ketika ditanya soal kebenaran informasi tersebut, Tono Ketua Poktan Makmur 1 membenarkannya.

“Uang Rp. 50.000,- tersebut untuk biaya transport dan untuk uang kas,”jelasnya.Menurut Tono, perbuatan tersebut sangat merugikan para petani, sehingga dia berharap adanya tindakan dari aparat penegak hukum.

“Harapan saya, bagi penegak hukum untuk turun mengusut dugaan pungli yang sudah sangat lama dimanfaatkan oleh oknum yang mencari ke untungan untuk memperkaya diri sendiri,” tutupnya. (Pan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *