Pemkab Tanggamus Gelar Apel Siaga Hadapi Bencana Alam

36

Kotaagung, deteksinews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus Bersama Forkompimda Tanggamus menggelar Apel Siaga Menghadapi Bencana Alam, Bencana Non Alam dan Cuaca Ekstrim di Kabupaten Tanggamus, Senin 9 Nopember 2020, bertempat di Lapangan Pemda Kabupaten Tanggamus.

Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani dalam sambutan menyampaikan, “Saya menyambut baik pelaksanaan Apel Siaga ini yang merupakan upaya mewujudkan sinergitas yang baik antara pemerintah daerah dan TNI/Polri,serta instansi dan komponen masyarakat yang terlibat langsung dalam penanggulangan berbagai bentuk bencana yang dimungkinkan akan terjadi di wilayah Kabupaten Tanggamus pada akhir tahun 2020 ini.”

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh BMKG, lanjut Dewi, pada akhir tahun 2020 ini akan terjadi peningkatan curah hujan akibat intensitas fenomena alam di beberapa wilayah di Indonesia termasuk di Kabupaten Tanggamus.

“Dampak dari fenomena alam ini dapat berupa bencana hidrometeorologi antara lain banjir, banjir badang, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi, dan tsunami,” terangnya.

Menurut Dewi, Kabupaten Tanggamus merupakan daerah yang diberi anugerah Tuhan dengan berbagai potensi yang dimiliki, namun di balik itu, dari komposisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis, Kabupaten Tanggamus menyimpan potensi bencana yang diakibatkan faktor alam maupun non alam.

“Dampak dari curah hujan yang cukup tinggi, baik di tahun lalu maupun tahun ini, telah kita rasakan dampaknya, yaitu terjadinya banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa daerah di Kabupaten Tanggamus, seperti Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Semaka, Wonosobo, Kelumbayan dan daerah lain,” ungkapnya.

Terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi semua itu, Dewi meminta untuk:

1. Melakukan pemetaan wilayah rawan bencana sehingga kita mudah menempatkan personil dan menentukan cara bertindak.

2. Melatih kemampuan pribadi personil yang bermanfaat untuk pertolongan kepada korban bencana serta latih kemampuan dalam menggunakan alat penanggulangan bencana.

3. Persiapkan alat penanggulangan bencana semaksimal mungkin sehingga bila ada bencana dan tanggap bencana maka siap untuk diopeelrasionalkan.

4. Mempersiapkan posko diwilayah yang menjadi langganan bencana sehingga mudah untuk digerakkan.

5. Adakan patroli diwilayah rawan bencana secara sinergis dan saling mengisi untuk memonitor wilayah.

6. Jalin sinergitas dan kebersamaan serta laksanakan tugas dengan ikhlas.

7. Jaga kesehatan dan selalu berdoa kepada Tuhan agar dijauhkan dari segala bencana khususnya wilayah kabupaten Tanggamus.

Selanjutnya Dewi mengatakan, dari data akhir di Kabupaten Tanggamus terdapat 84 orang yang terpapar Covid 19.

“Terkait hal tersebut saya menghimbau kepada kita semua dan seluruh masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan yang tepat ini adalah upaya yang kita lakukan secara bersama-sama untuk memutus rantai penularan nineteen kemudian kepada seluruh aparat pemerintahan mulai dari tingkat kabupaten sampai dengan tingkat RT dan RW ayo lakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan untuk cegah penularan covid 19,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hadir dalam apel kali ini Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus Heri Agus Setiawan, Sekda Kabupaten Tanggamus Hamid Hariansyah Lubis berserta jajaran, TNI-POLRI, dan Forkopimda Kabupaten Tanggamus. (Su)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *