Tolak Omnibus Law, Buruh se-Kota Metro Gelar Demo

61

Metro, deteksinews.com – Sejumlah masa dari Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) se-Kota Metro menggelar aksi unjuk rasa terkait Omnibus Law, di Halaman Kantor Walikota Metro. Unjuk rasa berjalan lancar dan damai serta mendapatkan pengawalan dari Satuan kepolisian Polres Metro, Satuan Polisi Pamong Praja  Kota Metro dan serta angota TNI Kodim 0411/LT, pada Rabu (21/10/2020).

Para demonstran dari FSBKU menuntut pencabutan UU tentang ketenagakerjaan yang telah disahkan oleh pemerintah pusat. Hal ini diisebabkan karena banyak hak-hak kaum buruh yang dirampas seperti cuti hamil dan tidak dapat dana pensiun.

“Omnibus Law ini dibuat dengan maksud dan tujuan tertentu dan ini sangat merugikan  para kaum buruh. Saya ingin pemerintah ikut sama-sama menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja dalam bentuk pernyataan sikap. Dimana terdapat pasal-pasal yang diubah, yaitu ada 70 peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tegas Agus Fitrah salah satu koordinator aksi demo.

Walikota Metro Achmad Pairin beserta jajarannya, mempersilakan beberapa perwakilan dari massa untuk memasuki ruang OR Setda Metro, untuk mendengarkan aspirasi dari perwakilan para buruh. Walikota Metro, Achmad Pairin mengatakan bahwa masalah Undang – Undang bukan wewenang dari pemerintah daerah.

“Saya sebagai Walikota Metro dan perwakilan Pemerintah Daerah tidak menandatangani Undang – Undang Omnibus Law, dikarenakan ini bukan menjadi kewenangan kami ” tegasnya.(eman)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *